Rabu, 28 Februari 2018

Mengelola Keuangan Ala Beauty Enthusiast


Assalamualaikum hai semuaaaa, dari judul postingan kali ini berasa eike akan jadi financial advisor ya hihi. Beberapa waktu lalu Alhamdulillah aku bisa bergabung dengan komunitas blogger Sulawesi Tenggara yang kami sebut Be Molulo, aku bisa dapat banyak ilmu & masukan dari blogger senior. Dan kami menyepakati akan ada tema atau topik untuk materi blog setiap bulannya, untuk bulan ini temanya adalah tentang Mengelola Keuangan dari Kak Irawati Hamid, bisa dicek  di sini ya untuk postingannya.

Sebenarnya kondisi keluarga kecilku amir alias agak mirip dengan kisahnya kak Ira, yaitu sama-sama LDM, mau tahu kisah LDM ku & suami cek di sini. Selain mengelola dua dapur sekaligus karena kami tinggal ditempat yang berbeda, terdapat hasratku sebagai penggemar make up & skincare yang kadang sulit dibendung haha. Jadi hatus pintar-pintar menyisihkan serta membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

Beauty Enthusiast sendiri adalah istilah keikinian jaman now untuk para penggemar make up & skincare kayak diriku.Sebelum membahas tentang tips dan trik mengelola keuangan ala beauty enthusiast, aku mau cerita sedikit ya tentang pengalamanku saat belanja make up. Ada gak yang  pada saat belanja make up, niat awalnya cuma mau beli 1 produk yang dibutuhkan tapi mba-mba BA nya ngasih tahu kalau lagi ada promo beli 2 gratis 1 deeeng dan akhirnya berakhir dengan membeli 2 produk haha atau pernah gak beli produk make up atau skincare, kita udah semangat banget buat cobain eh pas nyampe rumah dan lagi rapiin make up storage ternyata kita udah punya produk yang baru dibeli itu? Oh my God, maka datanglah penyesalan yang mendalam, apalagi kalau produk yang dibeli itu kayak eyeshadow yang habisnya lama ya sallammmm

Itu beberapa pengalaman aku saat kalap belanja make up yang berujung pada penyesalan saat melihat dompet hiks. Jujur saja aku paling susah untuk menolak godaan lipstick, yes I'm a lipstick junkie. Godaan itu semakin kuat saat brand lokal mengeluarkan produk-produk yang semakin bagus kualitasnya dengan harga yang masih terjangkau dan suamiku udah tahu banget kalau aku punya banyak koleksi lipstick, yang sering kali beberapa lipstick punya warna yang sama hihihi. *Makasih mas atas pengertiannya, ketjup sayang :*

Well, tips dan trik mengelola keuangan ala beauty enthusiast ini aku tujukan buat diriku sendiri khususnya dan juga buat teman-teman beauty enthusiast lainnya, mau tahu? yuk mariiii

1. Pahami Apa Yang Dibutuhkan

Kita harus tahu persis apa yang kita butuhkan contohnya jenis kulit kita seperti apa, apakah kering, berminyak atau normal atau mungkin normal cenderung berminyak atau normal cenderung kering? terkadang karena melihat banyak beauty vlogger atau beauty guru yang menggunakan 1 produk dan produk itu jadi hype banget yang akhirnya kita juga ikut mencoba karena penasaran tapi ternyata setelah kita coba hasilnya malah membuat kulit semakin kering/berminyak atau yang parahnya bisa langsung bruntusan T_T. Jadi sebelum membeli suatu produk sebaiknya kita cari dulu info tentang produk tersebut, bisa cari reviewnya dulu dari beberapa orang yang memiliki jenis kulit yang berbeda, pasti nanti akan ketemu orang yang jenis kulitnya mirip dengan jenis kulit kita. Kalau kita sudah memahami apa yang dibutuhkan, kita gak akan wasting money karena beli produk yang gak cocok :)

2. Membandingkan Harga Produk

Istilah ada harga ada kualitas memang hampir selalu benar, tetapi tidak selalu seperti itu. Ada beberapa produk yang kualitasnya hampir sama tetapi memiliki harga yang berbeda. Saat ini sudah banyak produk lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar, contohnya seperti alphabet cream, produk lokal sudah banyak mengeluarkan BB Cream dan CC Cream yang menurutku pilihan shade nya bahkan lebih cocok ke warna kulit orang indonesia. Produk luar kadang terlalu putih untuk warna kulit orang indonesia. Jadi kalau bisa dapat produk lebih murah dengan kualitas hampir sama dengan yang harganya mahal kan mending sisa uangnya disimpan buat kebutuhan lain, gimana bu-ibu?

3. Membeli Produk Multifungsi

Saat ini trend makeup sudah sangat pesat perkembangannya termasuk diantaranya produk-produk yang multifungsi, contohnya seperti Cream Blush, cream blush ini selain digunakan sebagai blush on dapat juga digunakan sebagai eye shadow dan lisptick. Atau bisa juga dari inisiatif kita sendiri untuk membuat produk make up menjadi multifungsi, seperti eyeshadow berwarna coklat dapat diaplikasikan sebagai contour maupun bronzer atau shimmering eyeshadow dapat diaplikasikan sebagai highlight. Kalau bisa punya 1 produk yang multifungsi bisa hemat cinnn

Baca Juga Review 3 in 1 Jafra Creme Blush

4. Memantapkan Niat

Diantara ketiga tips diatas menurutku ini yang paling sulit, terlalu banyak godaan diluar sana haha. Jujur saja, aku tipe orang yang gampang banget terpengaruh atau teracuni oleh para beauty vlogger yang bertebaran di instagram saat ini. Selalu mupeng setiap kali mereka posting produk baru atau produk-produk holy grail nya meraka, jadi penasaran abis kenapa mereka sampai cinta banget sama produk itu. Cara menyiasati godaan itu kayak gimana? sekarang juga hapus akun medsos anda haha bercanda, ya kembali kita pertimbangan ketiga tips diatas dan memantapkan niat untuk lebih mengontrol naluri belanja, jangan mudah tergiur dengan postingan para beauty vlogger cukup dijadikan masukan sebelum membeli produk yang kita butuhkan aseeekkkk.

Akhirnya sampai juga diakhir postingan ini, tema kali ini cukup berat menurutku karena aku sendiri belum sepenuhnya bisa menerapkan tips-tips diatas tapi semoga dengan aku membuat tulisan ini bisa mengingatkan diriku sendiri untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan khususnya untuk pembelanjaan make up dan skincare. Buat teman-teman yang punya tips dan trik yang lain silahkan dishare ya :)

Selasa, 20 Februari 2018

Review : Pixy UV Whitening Stick Foundation

Assalamualaikum haiiiii semua, kali ini aku mau review produk lokal lagi, yup selain harganya yang murah, kualitasnya juga gak kalah sama produk luar dan mudah didapat, secara di tempatku tinggal produk yang mudah ditemui hanya produk lokal. Kalaupun ada yang produk luar pasti yang KW-KW an, kayak NYX atau yang paling banyak beredar itu Naked. Jadi kalau yang lokal kualitasnya juga bagus, dari pada beli KW yang kita gak tahu kualitasnya aman atau tidak kan mending produk lokal dong, hiduuppp produk lokal:)

Kali ini aku mau review salah satu foundation yang lagi hype belakangan ini walaupun sebenarnya produk ini udah lama banget launching, Pixy UV Whitening Stick Foundation


Harga : +-32.000

Netto : 9 Gram

Ingredients : Silica, Dimethicone, Titanium Dioxide (CI 77891), Ethylhexyl Palmitate, Trimethicone, Paraffin, Mica (CI 77019), Aluminium Hydroxide, Stearic Acid, Sorbitan Sesquiisostearate, Copernicia Cerifera (Carnauba) Wax, Fragrance, Pachyrrhizus Erosus Root Extract, BHT, Hydrogenated Jojoba Oil, Magnesium Ascorbyl Phosphate


Packaging :
Terbuat dari plastik berwarna putih dengan logo pixy berwarna silver, terkesan bersih dan simple. Packagingnya menurut aku unik karena untuk mengeluarkan produk setelah tutupnya dibuka cukup diputar pada bagian bawah jadi kayak lipstick :D. Bentuknya  kecil + ringan jadi enak dibawa kemana-mana, gak akan makan tempat dipouch make up nih


Shade :
Ada dua pilihan shade atau warna, ada yang Yellow Beige dan Natural Beige. Aku pilih warna Natural Beige karena yang yellow beige terlalu kuning dikulit aku tapi kalau yang mau wajahnya keliatan lebih cerah bisa cobain yang yellow beige



Claim :
Aku singkat claim dari produk ini ya :
- Tidak membuat kulit kering karena diperkaya dengan Jojoba Oil
- Memberikan efek halus serta mebcerahkan kulit wajah


Cara Pakai :
Aku menggunakan dengan langsung mengoleskan pada wajah bukan dengan mengambil dulu dengan jari atau kuas atau beauty spons. Setelah aku oleskan ke wajah langsung aku blend menggunakan beauty spons yang aku basahi terlebih dahulu

Tekstur :
Pada saat dipegang dengan jari terasa creamy tapi pada saat diblend diwajah terasa agak kering tapi mudah diblend kok. Setelah diblend diwajah terasa ringan banget kayak gak pakai foundation, jadi cocok banget untuk pemakaian sehari-hari

Coverage :
Untuk coverage nya sheer to medium alias gak full coverage. Jadi foundation ini bisa meratakan warna kulit dan sedikit menyamarkan noda diwajah


 Before
 



After

Bisa dilihat hasil pemakaian  Pixy UV Whitening Stick Foundation cukup mencerahkan wajah dan bisa menyamarkan noda bekas jerawat diwajah aku tapi sayangnya belum bisa menyamarkan kantung mata aku yang membandel haha. Pada saat pemakaian tidak ada bau yang menyengat dan mengganggu. Foundation ini diwajahku jadinya terlihat patchy karena kulitku cenderung kering, menurut aku ini cocok buat kalian yang wajahnya cenderung berminyak karena memberikan hasil yang matte. Tapi untuk yang kulit wajahnya cenderung kering kayak aku bisa dicampur dengan liquid foundation jadi hasilnya gak kering banget.

Kesimpulan
* Like :
  - Harganya terjangkau
  - Mudah didapat, di pasar tradisional juga ada
  - Hasilnya ringan banget diwajah, cocok untuk penggunaan sehari-hari
  - Gampang diblend
  - Mencerahkan wajah

* Dislike
  - Jadi patchy diwajah aku mungki karena jenis kulitku cenderung kering jadi pada beberapa bagian diwajah keliatan kering atau kesannya terkelupas, padahal claim nya tidak membuat kulit kering karena ada Jojoba oil :(
- Isinya sedikit hanya 9 gram :D






Rabu, 14 Februari 2018

Long Distance Marriage (LDM), Bagaimana Kewajiban Seorang Istri?

Assalamualaikum haiii semua, dari judulnya saja sudah bisa ketebak postingan kali ini agak sedikit berat, jauh berbeda dari postingan sebelum-sebelumnya tentang dunia lenong. Berawal sejak aku bergabung di grup Be Molulo (grup blogger ibu-ibu ketje), setelah berkelana mengintip sampai meresapi hasil tulisan dari sesepuh blogger Be Molulo, kemudian menyimak pembahasan mereka di grup Whatsapp, pemikiranku jadi lebih terbuka. Awalnya aku buat blog untuk share ketertarikanku sama dunia per Make UP an, itupun masih cari aman yang hanya posting tentang review produk, belum berani dan belum PD untuk posting tutorial make up :D.

Tetapi setelah melihat postingan mereka diblog yang membahas tentang keresahan, curahan hati dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar aseekkk, aku pun terinspirasi untuk mencurahkan keresahan didalam lubuk hati terdalam eeaaaaa. Intinya yang aku sadari, aku memang suka menulis tentang apapun sebenarnya karena terkadang sampai saat ini pun aku masih sering menulis curhatan atau keresahan dibuku diary dadakan alias coretan asal dikertas atau dinote book lainnya yang bukan dikhususkan untuk menjadi buku diary. Jadi kenapa tidak diblog ini aku mencoba menulis hal lain selain review make up.


Well kembali ke topik, apa sih LDM itu? yang biasanya kita kenal kan LDR, aku dulu juga pernah LDR an selama 9 tahun dengan mas suami kemudian pada Agustus 2016 status LDR naik level menjadi LDM alias Long Distance Marriage atau hubungan jarak jauh setelah menikah. Kita nostalgia sedikit ya, sejak pertama kenal dengan suami hanya melalui SMS dikenalkan oleh sahabat kami, menurut beliau SMS dikirim ke aku hanya iseng mau cari kenalan dan akhirnya berlanjut menjadi jenis hubungan yang menurut para remaja alay kala itu adalah HTS (Hubungan Tanpa Status) atau TTM (Teman Tapi Mesra) karena tidak pernah ada acara katakan cinta dalam hubungan kami.

Kami menikah pada Agustus 2016, sudah 1 tahun 6 bulan. Tetapi karena kami memang tinggal di kota yang berbeda dan dapat kerjaan tetap di kota masing-masing, mau gak mau sampai saat ini masih harus menjalani LDM, yang ketemunya hanya seminggu sekali dan terkadang juga 2 minggu sekali. Teman-teman yang juga menjalani LDM pasti mengerti bagaimana dilemanya seorang istri yang jauh dari suami, bangun pagi berharap bisa membuatkan sarapan, menyiapkan pakaian kerja bahkan bisa pamitan langsung sebelum berangkat kerja (selama ini aku pamitan via SMS :D). Belum lagi sewaktu pulang kerja, sangat berharap bisa berbagi cerita dan melepaskan kepenatan pekerjaan, selama ini hanya bisa diceritakan lewat telepon sambil membayangkan ekspresi satu sama lain, kata Dilan "ini berat" hahaha

Terdengar egois memang seolah-olah hanya mementingkan pekerjaan dibanding kebersamaan dengan pasangan tetapi disisi lain tidak bisa dipungkiri kebutuhan hidup menjadi tuntutan untuk terus bekerja apalagi tidak mudah bagi kami untuk mendapatkan pekerjaan yang ada saat ini. Aku sangat mengerti kewajiban seorang istri yang wajib mengutamakan suaminya dibanding apapun dan janji surga untuk istri yang berbakti kepada suami. Sering kali aku menyampaikan keinginan untuk resign agar dapat melaksanakan kewajibanku sebagai seorang istri, sangat berdosa rasanya jika suami sakit tetapi tidak bisa merawatnya dengan baik, hanya mampu mengingatkan via telepon untuk minum obat dan istirahat. Mas suami selalu punya jawaban menenangkan "Sabar, InsyaAllah sedikit lagi, saya ikhlas kok, jangan khawatir tentang kewajibanmu, anggap saja kita masih LDR" dan seketika berlinanglah air mata mendengarnya. Terima kasih mas atas semua pengertian dan kesabaranmu selama ini, maafkan istrimu ini yang belum bisa memenuhi kewajibannya, hanya Allah yang tahu pahala yang engkau dapatkan dengan keihlasanmu menjalani ini tanpa didampingi istri dan semoga pengurusan untuk kepindahanmu dimudahkan :)

Bonus foto saya dan mas suami haha

Selasa, 13 Februari 2018

Review : Ovale Bedak Dingin Jaman Now

Assalamualaikum haiiiii semuaaaa, siapa disini yang waktu kecil sering lihat emak atau neneknya pakai masker warna putih atau ada juga  berwarna kuning yang wanginya lumayan menyengat kayak bau jamu? yesss aku...aku..., waktu jaman SD aku ingat banget Almarhumah nenek aku rajin banget pakai bedak dingin tradisional terutama pas siang hari katanya biar ademmm wajahnya dan terkadang aku juga ikut pakai tipis-tipis hehe. Jaman dulu bedak dingin sangat terkenal dikalangan emak-emak, bahkan dulu aku pernah melihat beberapa wanita yang keluar rumah masih menggunakan bedak dingin jadi mereka ke tetangga atau ke warung dengan bedak dingin yang menempel diwajah, katanya sih untuk mencegah panasnya paparan sinar matahari :D

Dan beranjak SMA kemudian kuliah, aku udah jarang banget melihat bedak dingin tradisional ini. Sampai pada suatu hari diawal tahun 2018 tsaahhh, aku menemukan bedak dingin ini kembali dengan versi yang lebih modern, Ovale Facial Mask Bedak Dingin Whitening

 

Harga : Rp 10.000

Netto : 30 butir/0,5 gr

Ingredients : Oryza Sativa (Rice) Powder, Talc, Kaolin, Pearl Powder, Sodium Benzoate, Fragrance



Well, jujur aja aku kaget pas lihat Ovale Bedak Dingin ini seketika langsung teringat bedak dingin tradisonal jaman dulu dan aku baru tahu kalau ternyata Ovale mengeluarkan produk ini sejak tahun 2015, oh my God kemana aja diirku selama ini hehe. Mari kita bahas lebih lanjut tentang bedak dingin jaman now ini

Packaging :
Aku suka banget packaging produk ini terlihat simple dengan warna putih kombinasi soft pink tetapi juga mengundang rasa penasaran karena claim produk yang tertulis pada kemasan "Bedak Dingin Whitening dengan Ekstrak Mutiara for Bright Looking Face, Membantu Menjadikan Kulit Tampak Cerah Bercahaya"
Selain itu, walaupun kemasannya hanya dari plastik tetapi ada zip lock nya  yang bisa menjaga kebersihan si bedak dinginnya,jadi setelah digunakan dapat ditutup kembali.


Isi :
Ada 30 buah dalam satu kemasan, anjurannya dipakai 9 sampai dengan 10 buah dalam sekali masker jadi dengan harga sekitar 10.000 an bisa dipakai sebanyak 3 kali, hemattt cinnnn

Cara Pakai :
 * Tuangkan 9 sampai 10 butiran masker
 * Larutkan butiran tersebut dengan air, airnya dituang dikit-dikit ya biar agak kental seperti pasta jadinya
  

 * Kemudian oleskan diwajah dan leher dan diamkan selama 10 sampai dengan 15 menit hingga masker mengering 


* Setelah kering bilas dengan air hangat :)

Hasil Pemakaian :
Aku pakai bedak dingin ini udah habis 1 bungkus atau udah 3 kali pakai dan yang aku rasakan pada saat masker sudah dioleskan kewajah ada rasa dingin yang bikin ademmm perasaaan haha. Sedangkan untuk wanginya, gak begitu menyengat seperti bedak dingin tradisional jaman dulu, ada sedikit tercium bau jamu tapi gak mengganggu kok. Setelah pemakaian masker wajah terasa segar, terasa kencang dan ada efek mencerahkan :)

Kesimpulan :
* Like : Harganya terjangkau 
             Kemasannya praktis dan higienis
             Mudah didapat, di mini market juga ada
             Memberikan rasa dingin diwajah pada saat digunakan
             Menyegarkan dan mengencangkan wajah setelah pemakaian

*Dislike : Pada saat masker mulai mengering serbuk-serbuk dari masker yang menempel diwajah mulai bertaburan alias fall out parah, pernah lagi pakai masker ini aku ketiduran dan pas   bangun dibantal udah penuh dengan serbuk mutiara alias serbuk masker yang mengering

Overall, aku suka dengan Oval Bedak Dingin Jaman Now ini, produk lokal yang membuat bedak dingin tradisonal menjadi lebih modern dan lebih praktis untuk digunakan. Oh iya, aku juga sempat lihat ada varian lain dari Ovale Bedak Dingin ini, ada yang ekstrak green tea, kayaknya wajib coba tuh :)



Selasa, 06 Februari 2018

Review Wardah: Make Up Remover Terfavorit

Assalamualaikum haiii semua, setelah postingan sebelumnya tentang Craft, untuk postingan awal Februari ini aku akan kembali sharing seputar make up atau lebih tepatnya make up remover favorit aku. Akhirnya aku menemukan make up remover yang pas banget di aku, pas manfaatnya pas juga dikantong haaa (serasa lagi ngiklan haha), setelah sempat galau karena salah beli make up remover atau lebih tepatnya menyesal belinya karena harganya yang lumayan mahal dan setelah dicoba aku kurang suka karena perih dimata & terasa pahit dibibir tapi mungkin aja dari kalian ada yang suka dengan produk ini, bisa lihat postingannya disini.



Dan make up remover terfavorit aku adalah dari produk Wardah, aku menggunakan dua produk pembersih dari wardah yaitu Wardah EyeXpert eye makeup remover dan Wardah nature daily cleansing micellar water. Telat banget ya aku cobain si wardah ini, sebelumnya aku sering pakai minyak zaitun buat bersihin wajah terutama untuk area mata dan bibir tapi aku ngerasa kelopak mataku kok semakin oily jadi beralih lah aku ke micellar water punya si garnier, itu juga bagus kok nah pas habis aku nyoba lagi beli si LT Pro, tadinya mau nyoba juga yang make up removernya may******* tapi berhubung aku sudah memutuskan untuk mulai menggunakan produk kosmetik yang cruelty free jadi pilihan jatuh kepada si Wardah ini


Tapi yang mau aku bahas kali ini tentang Wardah EyeEpert eye makeup remover, pas pertama kali lihat produk ini yang sangat menarik perhatian mata adalah salah satu claim produk ini "One-wipe cleansing power, memudahkan dalam mengangkat seluruh makeup mata (maskara dan eyeliner) dalam sekali usap", penasaran banget apa bener bisa hanya dengan sekali usap bisa langsung terangkat, gak perlu ribet lagi dong gosok-gosok mata dan bibir, yaaa lets see

Well lanjut dari segi packagingnya, terbuat dari botol plastik transparan yang memperlihatkan isi produknya, jangan lupa dikocok dulu sebelum digunakan karena make up remover ini terpisah antara kandungan air dan minyaknya. Kemasannya travel friendly menurutku, ringan dan ukurannya pas, ada dua ukuran yang 50 ml dan 100 ml. Yang 100 ml ini aku beli seharga 50.000, mungkin untuk area Jawa lebih murah ya

Adapun ingredients nya terdiri dari : Aqua, Cyclomethicone, Isohexadecane, Sodium Chloride, Mineral Oil (Paraffinum Liquidum), Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, Disodium EDTA, Decyl Glucoside, Benzalkonium Chloride, PEG-40 Hydrogenated Cartor Oil, Trideceth-9, Polysorbate 20, CI 61565, CI 42090. Alcohol free ya

Mari kita lihat kemampuannya :

 Pixy Lip Cream & Pixy Eyeliner


 setelah dituangkan dikapas kemudian aku diamkan beberapa detik


Setelah didiamkan kemudian sekali usap hasilnya seperti diatas, lumayanlah yah

Setelah 3 kali usap masih dengan kapas yang sama cuma dibalik aja dan voila bersih..sih..

Overall, aku sukaaaa banget sama wardah make up remover ini, one wipe cleansing power nya juara deh, apalagi untuk area mata, cukup ditempelkan beberapa detik kemudian usap beberapa kali dan bersih deh jadi gak buat mata perih karena hanya beberapa kali usapan. Untuk area bibir juga aku gak ngerasa pahit atau ada rasa-rasa aneh pas ngehapus lipstick

Conclusion :
*Like : Bisa membersihkan hanya dengan beberapa kali usap
            Tidak perih dimata
             Walaupun ada kandungan minyaknya tetapi gak bikin oily dikelopak mata
             Harganya terjangkau

*Dislike : Tutupnya yang langsung bukaan gitu bukan yang flip jadi rawan tumpah kalau gak sengaja 
                 kesenggol :)

Repurchase ? Of course :)

Review Inez Lip & Eye Make Up Remover

Assalamualaikum haiiii semua, huah its been a long time, sudah sekitar sebulan lebih gak posting apa-apa diblog ini karena akhir-akhir ini k...