Kamis, 29 Maret 2018

Penghasilan Tambahan, Keinginan atau Kebutuhan?


Assalamualaikum haiiii semua, akhirnya bisa posting lagi diblog setelah minggu kemarin absen karena banyaknya kesibukan kantor (alasannnn). Sebenarnya untuk buat postingan ini juga butuh fikiran dan tenaga ekstra untuk melawan mood yang up and down dan berhubung ini sudah akhir bulan yang artinya tema tulisan untuk Be Molulo bulan Maret sudah ada, tema bulan ini disiapkan oleh Kak Irly yaitu Penghasilan Tambahan. Tema yang menarik menurutku, banyak yang bisa dibahas, postingan kali ini akan panjang sepertinya :D

Berbicara tentang penghasilan tambahan membuatku selalu bersemangat, S-E-L-A-L-U. Entah sejak kapan aku selalu bersemangat jika berbicara tentang penghasilan tambahan, tentang promosi dan tentang jualan. Penghasilan tambahan sendiri buatku berarti penghasilan lain diluar penghasilan utama (ya kali emang itu definisnya haha) dan penghasilan tambahan versi aku itu ya jualan, dalam bentuk apapun, dari bisnis MLM, waralaba, barang, sampai makanan :D

Kalau mau throwback, aku mulai jualan itu sekitar tahun 2008 yang artinya sudah masuk 10 tahun saudara-saudara. Pertama kali jualan pas kuliah, karena lihat ada yang jualan tas diblog dan si mbak yang jualan menawarkan sistem reseller dropship yang dimana reseller tidak perlu menjual langsung barang jualannya, kita cukup mempromosikan barang tersebut dan barang tersebut akan dikirimkan oleh seller kepada pembeli. Waktu tahun 2008, masih sangat sedikit yang berjualan online jadi masih susah banget meyakinkan orang-orang untuk beli barang dengan hanya melihat gambarnya saja. Singkat cerita, jualan tas dengan menjadi reseller dropshipper berjalan lancar, banyak pembeli dari seluruh Indonesia, seneng banget rasanya walaupun cuma dapat untung 10.000 sd 15.000 per barang. Walaupun disisi lain, banyak teman yang sering godain karena aku jualan online karena waktu itu yang banyak jualan hanya emak-emak berdaster di pasar

Jualan tas pas jaman kuliah itu memang bukan penghasilan tambahan, pada saat itu malah jadi penghasilan utama karena pas kuliah masih dapat uang jajan dari ortu. Tapi jualan tas itu jadi awal  untuk memulai Penghasilan Tambahan tssaahhhh

Tahun 2011 pas lulus kuliah dan kembali ke kampung halaman, masih lanjut jualan tas dan saat diterima kerja, aku akhirnya memutuskan untuk membuka Butik (Nekat 1). Dengan modal seadanya butik kecilku mulai berjalan, jualan tas, baju, hijab dan aksesoris wanita tapi semakin kesini penjualan semakin menurun. Karena barang yang aku jual harus selalu update untuk mengikuti trend, setiap pembeli selalu menanyakan ada barang baru atau tidak? padahal stok barang lama masih banyak, sudah bikin super sale tapi masih belum balik modal dan akhirnya butikku resmi ditutup hiks

Pasca runtuhnya butik kecilku haha, aku memutuskan untuk tidak melakukan usaha apapun jadi hanya fokus pada kerjaan kantor. Tapi entah mengapa, rasanya ada yang kurang, jujur saja aku bahagia kalau bisa melakukan promosi dan berjualan, apalagi kalau jualan itu laris manis. Dan pada tahun 2016 akhir, aku memutuskan join bisnis waralaba (Nekat 2), jualan cendol kekinian dengan topping keju dan duren. Pada awalnya berjalan lancar, rame pengunjung bahkan aku sampai kewalahan, sehari bisa terjual sampai 70 cup cendol. Tapi ternyata tidak semudah itu karena semua bahan baku harus dipesan dipusat dan dikirim via cargo pesawat, pengiriman barang hanya bisa melalui bandara besar yang jaraknya sekitar 4 jam dari tempatku jadi setelah hitung-hitungan harganya harus dinaikkan dan untuk segelas cendol dengan harga diatas 10.000 cukup mahal pasti buat orang-orang. Saat ada yang jual es dawet ayu seharga 5.000, maka sepilah lapak cendolku.

Seperti bisnis sebelumnya, juragan cendol juga akhirnya tutup lapak sebelum kembali modal. Tapi sampai saat ini aku tidak pernah menyesali dua aksi nekatku itu haha. Walupun malu karena tidak berhasil menjalankan dua bisnis, tapi aku bahagia dan cukup berbangga karena sudah berani mencoba meskipun akhirnya gagal. Aku masih percaya Kegagalan adalah Kesuksesan yang Tertunda. Sampai saat ini aku gak pernah kapok untuk berjualan, saat ini aku masih bergabung dibisnis MLM, berjualan makanan online (bantu promosi jualan mama) dan membuka jasa hias mahar dan seserahan nikah :)

Baca juga Hobi yang Menghasilkan

Well, kesimpulannya setelah beberapa kali gagal dan rugi sampai puluhan juta. Sebelum membuka usaha ada beberpa hal yang sebaiknya dipertimbangkan :

1. Survey Pasar
    Menurutku survey pasar ini sangat penting, kita harus tahu betul seberapa besar peluang untuk
    jualan barang tersebut dan bagaimana respon dari pembeli terhadap barang tersebut

2. Pengelolaan Keuangan yang Baik
    Terlalu klise memang tapi pembukuan yang baik sangat berguna untuk mengetahui case flow
    bisnis kita. Jangan mencampurkan uang pribadi dan uang bisnis, sebaiknya dibuat rekening
    terpisah

3. Promosi Kekinian
    Promosi juga tidak kalah pentingnya dengan 2 poin diatas, promosi kekinian maksudnya kita
    harus bisa mengikuti trend contohnya saat ini media sosial sangat berperan penting dalam promosi.
    Yah kasih endorse buat orang yang punya follower banyak gak akan rugi kok, malah bisa
     menambah pembeli :)

4. Meluangkan Waktu
    Poin keempat ini yang masih belum bisa aku terapkan, untuk bisnis yang lumayan besar seperti
    butik atau jualan dengan menyewa tempat yang harus standby setiap hari memang harus bisa
    meluangkan waktu untuk fokus pada usaha tersebut. Saat ini waktuku masih lebih banyak
    disibukkan dengan urusan kantor.

Jadi intinya aku gak akan pernah bisa untuk berhenti jualan, bukan hanya karena kebutuhan tetapi juga keinginan. Seperti yang aku bilang tadi, aku bahagia kalau bisa menawarkan dan menjual barang, kalau kata teman-temanku aku ini Marketing alias Makelar Everything :)

PS : Oh iya, teman-teman yang dulu mengejekku karena berjualan pada saat kuliah. Sekarang mereka juga jualan lho. Malah jualan menjadi penghasilan utama mereka :D

Senin, 05 Maret 2018

Beauty Talk : My Skincare Routine

Assalamualaikum haiiiii semua, tidak terasa udah masuk bulan Maret aja dan Alhamdulillah semakin kesini semakin rajin buat nulis diblog, semoga blog ini tidak terlupakan seperti blog sebelumnya dan semoga aku bisa konsisten untuk posting minimal seminggu sekali Aminnnnn. Untuk postingan kali ini bukan tentang review produk tapi aku mau sharing tentang perawatan wajahku sehari-hari.

Sejak SMA kulit wajahku cenderung berminyak dan jerawatan, seingatku waktu itu aku sempat pakai pencuci muka biore dan clean & clear. Pas kuliah udah mulai kenal dunia permake up an, udah mulai tahu pakai pelembab, bedak padat dan blush on dan sudah mulai mengenal 2 langkah membersihkan wajah yaitu menggunakan milk cleanser + toner, waktu itu aku pakai merk La Tulipe. Waktu itu cocok-cocok aja menggunakan La Tulipe walaupun wajah masih seperti kilang minyak dan jerawat diwajah masih datang silih berganti. Nah ketika memasuki dunia kerja mulailah berkenalan dengan krim-krim an yang waktu itu sedang marak-maraknya, pernah coba yang merk Tj* F*k bahkan pernah pakai toner R*L yang baunya menyengat banget, sampai yang terakhir coba yang merk Tab**a, yang terakhir ini perubahannya warrrbiasa, dalam 2 minggu wajah kusamku langsung kinclong seketika, wajah serasa gak punya pori-pori dan glowing abisssss

Setelah pemakaian kurang lebih 9 bulan, aku sudah beli 1 set krim itu sebanyak 3 kali. Sampai akhirnya mulai beredar daftar krim berbahaya dari BPOM dan krim kinclong warrrbiasa itu termasuk salah satu diantaranya, takutlah diriku dan seketika itu juga langsung stop pemakaian krim itu and the result is kondisi wajahku jauuhhhh lebih parah dari sebelumnya, jerawat muncul berjamaah ya sallammmm

 Ini wajahku pada saat menggunakan krim racikan

 Dan ini saat stop pemakaian krim T_T :


 

Wajahku jerawatan parah bahkan ada beberapa teman yang mengira kalau aku sedang sakit cacar T_T. Setelah itu sudah gak berani coba-coba krim racikan, jadi aku kembali pakai produk lokal yang banyak dijual dipasaran, kondisi wajahku masih berminyak + jerawatan, sampai akhirnya pertengahan tahun 2016 karena ada rencana mau nikah, aku mulai cari-cari skincare biar wajahku agak keliatan mendinganlah pas hari H dan ketemulah dengan Jafra Skincare.

Awalnya mulai mempelajari tentang sistem kerja Jafra seperti apa, pada saat konsultasi dengan konsultan Jafra kita akan ditanya terlebih dahulu pernah pakai krim-krim racikan/krim dokter atau tidak karena di Jafra ada banyak rangkaian seri perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit kita. Khusus untuk kulit wajah yang pernah terpapar krim racikan dianjurkan untuk menggunakan seri Dynamic Sooting (yang kemasannya berwarna biru) :



Pada saat menggunakan seri dynamic sooting ini akan ada rebound effect yaitu akan ada proses pengeluaran racun-racun yang tertinggal diwajah akibat pemakaian krim racikan sebelumnya, efeknya seperti apa? kalau yang aku alami wajah jadi jerawatan dan kusam tapi tmenurutku pribadi tidak masalah yang penting wajah bisa bersih dari racun-racun krim racikan karena kalau tidak dikeluarkan akan menumpuk dan bisa menyebabkan flek hitam atau yang paling parah bisa menyebabkan kanker kulit. 

Kalau ditanya tentang hasilnya berapa lama? dikulit orang akan berbeda-beda hasilnya, ada yang hanya 3 bulan sampai 6 bulan sudah terlihat hasilnya tapi untuk aku pribadi hasilnya terlihat setelah kurang lebih pemakaian selama 1 tahun. Hasil seperti apa yang aku maksud? yang pertama wajah tidak lagi kusam, jerawat mulai berkurang, wajah terasa lebih segar dan yang paling terasa itu wajahku tidak berminyak seperti dulu, kulit wajahku jadi lebih normal, byeee kilang minyakkk

Dan setelah hampir 2 tahun menggunakan seri dynamics sooting ini, aku beralih menggunakan seri dynamics balancing :


Untuk seri dynamics balancing ini untuk kulit wajah normal dan bisa digunakan setelah menggunakan seri dynamics sooting jadi jangan menyimpulkan sendiri ya untuk langsung menggunakan seri yang menurut kita sesuai dengan kulit kita karena penggunaan seri dynamics sooting tujuannya untuk menenangkan kulit dan menetralkan kulit wajah kita, hal ini terkadang yang membuat orang berkesimpulan kalau mereka tidak cocok menggunakan produk skincare dari jafra karena mereka tidak sabaran untuk melalui tahapannya. Intinya harus sabarrrr, produk alami yang aman pasti akan berproses dan tidak ada yang instan. 

ini wajahku setelah pemakaian Jafra kurang lebih 2 tahun. *abaikan kantung mata ya karena pake produk apapun tetap gak ngaruh sama kantung mata membandel ini haha

Ini perbandingannya ya :)


Wajahku yang sekarang memang tidak sekinclong pada saat menggunakan krim racikan tapi terasa segar banget, terasa sehatnya dan udah lumayan banget menurutku, udah gak ada jerawat lagi, hanya tinggal bekas jerawat aja. Oh iya, untuk sehari-hari aku gak pernah pakai bedak ya jadi cuma pakai pelembab atau krim siang dari Jafra.

Review Inez Lip & Eye Make Up Remover

Assalamualaikum haiiii semua, huah its been a long time, sudah sekitar sebulan lebih gak posting apa-apa diblog ini karena akhir-akhir ini k...