Minggu, 29 Juli 2018

Beauty Talk : I Can't Live Without You (skincare & makeup)

Pic from pinterest

Assalamualaikum haiiiii semua, melihat judul postingan kali ini agak lebay ya hehe tapi percayalah produk-produk yang akan aku bahas nanti memang merupakan bagian dari rutinitas hidup eeaaa. 

Seperti beberapa bulan belakangan ini, setiap akhir bulan member dari Be Molulo wajib menulis tentang sesuatu hal yang dicetuskan oleh sang pemilik trigger tiap bulannya dan bulan ini adalah giliranku. Dalam Be Molulo, sepertinya aku satu-satunya dengan niche Beauty, jadi untuk tema bulan ini harus pinter-pinter nyari tema yang masih berhubungan dengan beauty tapi yang tidak memberatkan teman-teman Be Molulo yang niche blog mereka kebanyakan life style. Gak mungkin dong aku kasih tema Freckles atau Glass Skin Makeup Look haha.

Maka, setelah mengingat dan menimbang, aku memutuskan akan bahas tentang Produk-produk yang aku selalu gunakan setiap hari atau produk yang ku tak bisa hidup tanpanya. Setiap orang, pasti punya paling gak satu atau dua produk yang bener-bener dipakai setiap hari dan berasa ada yang kurang banget kalau gak pake produk ini. Well, kalau aku pribadi ada beberapa produk I can't live without

1. Moisturizer dan Sunblock
Setelah membersihkan wajah, moisturizer adalah produk wajib banget yang harus aku pakai, jenis kulitku kombinasi. Ada beberapa bagian wajah yang berminyak tapi ada juga beberapa bagian yang terkadang tiba-tiba jadi kering banget dan si pelembab ini akan sangat membantu mengatasi bagian kering itu. 
Dulu sebelum mendalami dunia perbiuti an, aku paling malas pakai sunblock, mikirnya kan aku kerjanya didalam ruangan tiap hari kena AC jadi cukup pelembab aja dong tapi setelah lihat artikel-artikel kecantikan dan sharing para beauty enthusiat tentang pentingnya menggunakan sunblock dan bagaimana bahaya sinar matahari bagi kulit kita. 
Ada beberapa teman yang gak pakai produk aneh-aneh dalam hal ini seperti krim racikan atau produk gak jelas lainnya, tapi tanpa mereka sadari udah muncul beberapa flek hitam diwajah mereka dan penyebabnya pasti karena sering terkena sinar matahari.
Dan moisturizer + sunblock yang aku pakai setiap hari adalah Cetaphil Moisturizing Lotion dan Jafra Sun Face Protector SPF 50


2. Produk Alis
Dunia peralisan sampai saat ini sepertinya masih menjadi topik hangat perbincangan para wanita yang terkadang masih menjadi misteri juga, kadang gambar alis bagusss + rapiiii banget eh besoknya tiba-tiba hasil gambar alisnya jadi gak rapi dan keliatan ketebalan haha. Sering banget teman-teman nanya, produk alis yang bagus apa? Aku sudah banyak nyoba produk alis, mulai dari pensil, pomade, eye brow powder sampai yang bentuknya kayak spidol. Tapi untuk saat ini aku kembali ke pilihan hampir semua orang, yesss eye brow pencil dari viva yang aku kombinasikan dengan eye brow pencil dari pixy. 
Aku kasih tips dikit ala aku ya, sebelum menggambar alis yang pasti jangan lupa alisnya disikat dulu biar lebih rapi dan terarah 😁. Kemudian sebelum menggunakan pensil alis, pastikan pensil alisnya runcing ya alias sudah diraut, akan beda banget hasilnya pensil alis yang sudah diraut, nah pensil alis viva aku gunakan untuk menggambar bingkai alis karena runcing banget jadi hasilnya rapiii. Sedangkan untuk pensil alis dari pixy aku gunakan untuk isi alis yang sudah dibingkai tadi tapi cukup diisi bagian tengah sampai belakang aja kemudian disikat lagi untuk membaurkan kebagian depan alis jadi hasilnya gak tebal dari depan sampe belakang. Pensil alis pixy ini gampang banget buat diblend dan sangat pigmented so hati-hati saat menggunakannya ya

Maap penampakannya kurang indah 😄

3. Lip Balm
Nah produk yang satu ini juga penting banget menurutku, wajib banget sebelum pakai lipstick atau lipcream menggunakan lip balm karena bibirku cenderung kering. Sebelumnya aku pakai vaseline dan juga tender care dari oriflame, tapi udah sekitar 2 bulan ini aku pakai Leneige Lip Sleeping Mask. Awalnya cuma aku gunakan sebelum tidur untuk melembabkan bibir, tapi sekarang aku pakai sebelum pakai lipstick juga. Buat yang bibirnya kering, wajib banget coba ini


4. Lipstick dan Lip Cream
Untuk produk bibir ini aku punya banyak koleksi tapi hanya 3 yang jadi favorit banget, kenapa favorit? Yang pertama karena teksturnya ringaaannn banget, gak berasa bibir jadi tebal saat menggunakannya. Yang kedua karena gak bikin bibirku semakin kering alias teksturnya gak matte banget.

Atas : Mineral Botanica Soft Matte Lip Cream
Tengah : Lip Coat by Lizzie Parra
Bawah : Viva Perfect Matte 

5. Makeup Remover 
Ini juga gak kalah penting dari produk lainnya, sebelum tidur wajib harus banget bersihkan sisa makeup diwajah kemudian baru dicuci pakai cleanser. Untuk saat ini aku pakai micellar water dari garnier tapi aku juga sering pakai merk lain, pixy, wardah dan lain-lain juga bagus kok. Kapas + makeup remover ini produk yang paling sering aku beli karena emang paling cepat habisnya hehe



Jadi 5 jenis produk diatas yang selalu aku gunakan tiap hari, pokoknya tak bisa hidup tanpa merekaaaaa. Kalau produk yang sering kalian gunakan apa nih? Share dong 😊



Rabu, 25 Juli 2018

Review : Felinz Lip Scrub, Scrub Bibir Yang Gak Bikin Perih

Assalamualaikum haiiiiii semua, sekarang ini kayaknya hampir semua cewek gak bisa hidup tanpa lipstick, wajah berasa pucat banget kalau gak ada pewarna bibir tapi tidak bisa dipungkiri efek samping dari pemakaian lipstick adalah warna bibir menjadi kehitaman dan sering kali membuat bibir kering. Hal itu juga yang terjadi pada bibir indahku eeeaaaa, bagian luar bibirku mulai berwarna kehitaman dan bibirku jadi kering banget, mungkin karena sering nyoba-nyoba lipstick atau pun lip cream, aku tak sanggup melawan godaan lipstick dengan warna-warna yang semakin hari semakin menggoyahkan iman haha.

Untuk mengurangi efek dari pemakaian lipstick ini, aku sering menggunakan scrub bibir, awalnya aku sering menggunakan bahan-bahan alami dan mudah didapat yaitu madu dan gula. Setelah pemakaian hasilnya langsung terasa, bibir jadi halus, bagian bibir yang kering jadi terkelupas. Tapi butiran gula pasir yang lumayan kasar dan besar membuat bibir terasa perih jadi aku menggunakan scrub madu gula ini hanya seminggu sekali.

Nah sekitar 2 minggu lalu, aku ke swalayan pas lewat dibagian kosmetik gak sengaja lihat ada scrub bibir dan pas lihat harganya yang murah langsung deh beli 😄 *naluri emak-emak


Felinz Lip Scrub

Netto : 5 gram

Harga : Rp 20.000


Packaging :
Packagingnya dalam bentuk jar plastik berwarna putih dengan gambar bibir merekah nampak menggoda, akankah bibirku seperti itu nanti haha. Ukurannya seperti ukuran lip balm lah yang gak makan tempat kalau dimasukin ke makeup pouch. Oh iya, untuk variannya ada dua varian, yang cherry & peach, yang aku beli yang peach

 
Ingredients :

Claim :
- Melembabkan dan mengeksfoliasi bibir
- Menutrisi bibir karena mengandung vitamin E dan jojoba oil
- Peach kernel oil menghidrasi bibir

Karena melihat ada kandungan vitamin E & jojoba oilnya ini yang buat aku semakin penasaran pengen coba


Tekstur & Aroma :
Teksturnya halus karena butiran scrubnya kecil-kecil jadi halusss banget, aku pribadi lebih suka yang teksturnya seperti ini jadi gak perih saat digosokkan ke bibir & pastinya bisa dipake sering-sering, selama dua minggu ini aku pakai tiga kali seminggu. Tapi mungkin karena ada kandungan jojoba oil dan peach kernel oil, teksturnya memang agak oily jadi ketika digosokkan ke bibir hasilnya belepotan sampai keluar bibir tapi gak masalah sih buatku. Sedangkan untuk aromanya wangiiiii banget, wangi buah banget 😍


Hasil Pemakaian :
Selama dua minggu dan masuk minggu ketiga ini selain yang belepotan tadi so far masih cocok-cocok aja sih, memang bibir gak langsung halussss banget setelah pemakaian tapi lumayanlah menurutku dan yang paling penting gak bikin bibir perih. Aku sering menggunakan felinz lip scrub ini sebelum tidur jadi sekalian bersihin bekas lipstick juga, setelah itu aku aplikasikan lip balm dan saat bangun bibir jadi lembabbb 

Kesimpulan :
*Like :
- Harga terjangkau
- Isi lumayan banyak, untuk pemakaian cukup dipakai sedikit saja
- Mudah didapat
- Butiran scrubnya halus

*Dislike :
- Agak belepotan saat digosokkan ke bibir



Jumat, 13 Juli 2018

This is My Adventure!!!


Assalamualaikum haiiii semua, kalau lihat judul postingan kali ini yang bukan berbau biuti pasti sudah bisa ketebak tema tulisan kali ini untuk menanggapi trigger dari teman-teman Be Molulo, tema kali atau tema bulan lalu (ketahuan kalau telat nyetor, maapken) adalah adventure dari kakak ketje sang petualang Kak Raya. 3 bulan berturut-turut selalu postingan tanggapan trigger tepat waktu, baru bulan kemarin telat karena kerjaan kantor lagi padat banget + tema yang dicetuskan oleh beliau cukup membuat otakku berfikir keras, kira-kira petualangan apa saja yang sudah pernah kulalui asekkkk

Kalau lihat acara ditipi yang terkenal banget itu, adventure itu tentang petualangan sang host menjelajahi alam. Sedangkan untuk aku sendiri yang menghindari kegiatan alam, petualangan menurutku lebih ke tantangan tentang bagaimana kita bisa bertahan dalam situasi tertentu. Dan setelah throw back beberapa tahun silam aku pernah berada pada situasi yang mau gak mau harus bisa survive.

Pada tahun 2007 silam setelah lulus SMA, seperti anak-anak lainnya yang ingin melanjutkan studi di Perguruan Tinggi favorit semua ummat yang kalau di Sulawesi tentu saja di Universitas Hasanuddin. Aku pun mengikuti tes dengan harapan bisa menjadi salah satu mhasiswa di Unhas tapi sayangnya belum rejeki jadi aku berfikir kalau mau daftar ke perguruan tinggi swasta sekalian aja nyari yang bagus di Pulau Jawa sana dan aku menjatuhkan pilihan ke Kampus Putih, Universitas Muhammadiyah Malang dengan mengambil jurusan Hubungan International.

Disinilah petualanganku berawal, tahun pertama terasa sangat menyenangkan uang bulanan lancar dari orang tua, ketemu banyak teman-teman baru, makanannya murah-murah dan bangga bisa menjadi salah satu mahasiswa kampus favorit di Jawa Timur. Sampai akhirnya pada bulan Maret 2008, papa harus meninggalkan kami. Jlebbbb, serasa ada palu raksasa yang menghantam dada, selama ini beliau adalah supporter terbesarku, apapun yang aku inginkan selalu didukung penuh oleh beliau. Beberapa bulan sebelum meninggal, sakit papa semakin parah dan harus rawat inap selama 2 bulan di rumah sakit yang jauh dari rumah dan otomatis semua uang dan tabungan dipakai untuk pengobatan beliau. Aku juga tahu pasti mama sempat meminjam uang kebeberapa keluarga dekat.

Sempat terfikir untuk berhenti kuliah atau pindah ke kampus di Sulawesi saja tapi aku dan mama ya hanya kami berdua karena adikku masih sangat kecil, kami saling menguatkan. Uang bulanan yang awalnya selalu lebih, akhirnya harus dipangkas habis, Rp 600.000/bulan untuk seluruh biaya hidupku diperantauan. Sudah termasuk uang makan, pulsa, ke warnet untuk cari tugas kuliah, ke rental komputer + biaya printnya karena waktu itu belum punya laptop. Dan sampai akhirnya bisa beli laptop karena ada uang pemberian dari teman-teman papa ketika beliau meninggal.

Jujur saja waktu papa masih hidup beliau terlalu memanjakanku dan tidak pernah terbayang sedikitpun hidup tanpa beliau. Dulu ingat banget, kalau beli sarapan sekalian untuk makan siang, untung sekitaran kos banyak yang jual makanan murah meriah dengan nasi melimpah yang sangat menguntungkan anak kos hehe. Sering beberapa kali benar-benar kehabisan uang dan masku yang dulu masih jadi pacar rela berbagi uang jajannya, sering dikirimin uang 50.000 dan jarak kos ke atm sekitar 2 Km cusss langsung semangat jalan ke atm demi uang penyambung hidup. Makasih mas, its mean a lot for me. Dan Alhamdulillah bisa lulus tepat waktu dan cum laude, bisa buat bangga mama dan Alm. papa pastinya.

Kepergian papa menjadi pelajaran besar buat kami sekeluarga dan buat saya pribadi. Keluarga kami jadi semakin dekat karena saling menguatkan, dulu mama yang super sibuk sehingga kurang dekat dengan anak-anaknya. Kami benar-benar mulai dari nol, dengan jumlah tabungan yang hampir habis, semua kebun dan aset lainnya sudah habis terjual. Tapi kami tidak pernah menyesali itu, karena kami sudah mengusahakan yang terbaik sebelum papa meninggal.

Dan Alhamdulillah, aku dan keluarga bisa melewati itu semua. Menurutku ini tantangan yang lumayan besar dikehidupanku yang menjadikannya sebagai salah satu petualangan hidup. This is my adventure!!!

Kamis, 12 Juli 2018

Review : LT Pro Smooth Corrector Cream Foundation, Super Luvvvvvv :)

Assalamualaikum haiiiiii semua, akhir-akhir ini kulit wajahku lagi breakout parah, jerawat dimana-mana, kulit kusam dan beberapa bagian diwajah ada yang kering banget yang sampai terkelupas. Jenis kulit wajahku normal kombinasi, kombinasinya bagian T Zone sedikit berminyak dan bagian lainnya lebih kering dan saat ini aku juga sedang konsumsi obat hormon yang sepertinya menjadi salah satu pemicu masalah diwajahku ini. Karena kondisi wajah yang kurang enak dipandang ini akhirnya membuatku jadi malas dandan, berasa gak ada foundation yang cocok diwajah, pakai yang teksturnya liquid pasti coverage nya light to medium yang hasilnya bekas jerawat diwajah masih keliatan. Pakai yang teksturnya cream jatuhnya malah kering atau matte banget diwajah alhasil bagian kering diwajah semakin terlihat :(

Sampai akhirnya pencarianku berakhir pada LT Pro Smooth Corrector Cream Foundation (cuma nyari yang mudah dapatnya aja sih alias produk lokal yang banyak dijual dipasaran). Awalnya beli ini ragu banget, karena udah beberapa kali nyoba foundation cream hasilnya selalu kering banget diwajahku tapi yaaa penasaran juga sama foundation ini dan akhirnya memutuskan untuk beli karena LT Pro sendiri adalah salah satu brand lokal favoritku jadi selalu penasaran dengan produk-produk dari LT Pro


LT Pro Smooth Corrector Cream Foundation

Shade : Yellow Orange

Netto : 15g

Price : Rp 100.000 sd Rp 150.000 (maap lupa harga pastinya 😁)


Claim :



Packaging :
Sepeti biasa packaging dari produk LT Pro selalu terlihat elegan karena didominasi warna hitam, untuk LT Pro Smooth Corrector Cream Foundation ini terbuat dari pot kaca dengan tutup berwarna hitam doff. Aku suka dengan bentuk pot nya terlihat kokoh, tapi agak susah saat akan ditutup jarang banget pas nutup produk ini langsung pas, cara nutupnya diputer gitu tapi selalu aja gak pas hehe but its ok lah


Shade :
LT Pro Smooth Corrector Cover Foundation ini ada 3 pilihan shade, ada Plum Rose untuk kulit cenderung putih atau pink, Yellow Orange untuj kulit kuning langsat dan Chesnut untuk kulit sawo matang atau kulit gelap. Aku sendiri pakai Yellow Orange, pas banget dikulitku yang skintone nya yellow undertone

Tekstur :
Pastinya creamy ya, creamy banget malah, yang justru tekstur ini yang menurutku gak bikin bagian kering diwajahku terlihat. Cream foundation lokal lain yang pernah aku cobain teksturnya agak keras dan susah banget diblend dan cepat banget kering

Coverage :
Coverage nya juaraaaa menurutku, semua noda diwajah hilang seketika hehe.

Ini kondisi wajahku saat ini, penuh dengan bekas jerawat 😭

aku aplikasikan foundation ini hanya 1 layer dan langsung bisa menutup bekas jerawat, untuk jerawat yang ukurannya gak sopan alias gede-gede aku tutupi lagi pakai foundation jadi aku gunakan seperti concealer

Taraaa ini hasilnya menggunakan cream foundation dari LT Pro, wajah mulusss seketika yeeaiiii


Kesimpulan :
Like :
- Full Coverage, pakai dikit aja udah bisa nutupin ketidaksempurnaan diwajah
- Isinya lumayan banyak
- Mudah didapat
- Walaupun shadenya hanya 3 pilihan tapi yang yellow orange ini pas banget dengan warna kulitku
- Tidak mempertegas garis halus atau bagian kering diwajah

Dislike :
- Agak ribet nutupnya 😁
- Mungkin karena teksturnya creamy jadi sedikit berat diwajah alias berasa banget lagi pakai foundation jadi kurang cocok untuk pemakaian sehari-hari tapi untuk acara pesta, wisuda atau acara yang membutuhkan foundation full coverage okeeee banget 

Repurchase? Yes...yesss tapi pasti bakal lama banget nih habisnya 😍

Review St. Ives Gentle Smoothing Oatmeal Scrub & Mask

Assalamualaikum haiiii semua,wah gak terasa udah masuk bulan Maret aja ya dan Alhamdulillah bisa posting blog diawal bulan ini. Kali ini aku...