Jumat, 13 Juli 2018

This is My Adventure!!!


Assalamualaikum haiiii semua, kalau lihat judul postingan kali ini yang bukan berbau biuti pasti sudah bisa ketebak tema tulisan kali ini untuk menanggapi trigger dari teman-teman Be Molulo, tema kali atau tema bulan lalu (ketahuan kalau telat nyetor, maapken) adalah adventure dari kakak ketje sang petualang Kak Raya. 3 bulan berturut-turut selalu postingan tanggapan trigger tepat waktu, baru bulan kemarin telat karena kerjaan kantor lagi padat banget + tema yang dicetuskan oleh beliau cukup membuat otakku berfikir keras, kira-kira petualangan apa saja yang sudah pernah kulalui asekkkk

Kalau lihat acara ditipi yang terkenal banget itu, adventure itu tentang petualangan sang host menjelajahi alam. Sedangkan untuk aku sendiri yang menghindari kegiatan alam, petualangan menurutku lebih ke tantangan tentang bagaimana kita bisa bertahan dalam situasi tertentu. Dan setelah throw back beberapa tahun silam aku pernah berada pada situasi yang mau gak mau harus bisa survive.

Pada tahun 2007 silam setelah lulus SMA, seperti anak-anak lainnya yang ingin melanjutkan studi di Perguruan Tinggi favorit semua ummat yang kalau di Sulawesi tentu saja di Universitas Hasanuddin. Aku pun mengikuti tes dengan harapan bisa menjadi salah satu mhasiswa di Unhas tapi sayangnya belum rejeki jadi aku berfikir kalau mau daftar ke perguruan tinggi swasta sekalian aja nyari yang bagus di Pulau Jawa sana dan aku menjatuhkan pilihan ke Kampus Putih, Universitas Muhammadiyah Malang dengan mengambil jurusan Hubungan International.

Disinilah petualanganku berawal, tahun pertama terasa sangat menyenangkan uang bulanan lancar dari orang tua, ketemu banyak teman-teman baru, makanannya murah-murah dan bangga bisa menjadi salah satu mahasiswa kampus favorit di Jawa Timur. Sampai akhirnya pada bulan Maret 2008, papa harus meninggalkan kami. Jlebbbb, serasa ada palu raksasa yang menghantam dada, selama ini beliau adalah supporter terbesarku, apapun yang aku inginkan selalu didukung penuh oleh beliau. Beberapa bulan sebelum meninggal, sakit papa semakin parah dan harus rawat inap selama 2 bulan di rumah sakit yang jauh dari rumah dan otomatis semua uang dan tabungan dipakai untuk pengobatan beliau. Aku juga tahu pasti mama sempat meminjam uang kebeberapa keluarga dekat.

Sempat terfikir untuk berhenti kuliah atau pindah ke kampus di Sulawesi saja tapi aku dan mama ya hanya kami berdua karena adikku masih sangat kecil, kami saling menguatkan. Uang bulanan yang awalnya selalu lebih, akhirnya harus dipangkas habis, Rp 600.000/bulan untuk seluruh biaya hidupku diperantauan. Sudah termasuk uang makan, pulsa, ke warnet untuk cari tugas kuliah, ke rental komputer + biaya printnya karena waktu itu belum punya laptop. Dan sampai akhirnya bisa beli laptop karena ada uang pemberian dari teman-teman papa ketika beliau meninggal.

Jujur saja waktu papa masih hidup beliau terlalu memanjakanku dan tidak pernah terbayang sedikitpun hidup tanpa beliau. Dulu ingat banget, kalau beli sarapan sekalian untuk makan siang, untung sekitaran kos banyak yang jual makanan murah meriah dengan nasi melimpah yang sangat menguntungkan anak kos hehe. Sering beberapa kali benar-benar kehabisan uang dan masku yang dulu masih jadi pacar rela berbagi uang jajannya, sering dikirimin uang 50.000 dan jarak kos ke atm sekitar 2 Km cusss langsung semangat jalan ke atm demi uang penyambung hidup. Makasih mas, its mean a lot for me. Dan Alhamdulillah bisa lulus tepat waktu dan cum laude, bisa buat bangga mama dan Alm. papa pastinya.

Kepergian papa menjadi pelajaran besar buat kami sekeluarga dan buat saya pribadi. Keluarga kami jadi semakin dekat karena saling menguatkan, dulu mama yang super sibuk sehingga kurang dekat dengan anak-anaknya. Kami benar-benar mulai dari nol, dengan jumlah tabungan yang hampir habis, semua kebun dan aset lainnya sudah habis terjual. Tapi kami tidak pernah menyesali itu, karena kami sudah mengusahakan yang terbaik sebelum papa meninggal.

Dan Alhamdulillah, aku dan keluarga bisa melewati itu semua. Menurutku ini tantangan yang lumayan besar dikehidupanku yang menjadikannya sebagai salah satu petualangan hidup. This is my adventure!!!

3 komentar:

  1. peluuukk Dita, Al Fatihah untuk Om.

    BalasHapus
  2. Masyaallah Dita, saya ndak tau kalau di posisimu. Pasti tersungkur sekali. Tapi Allah memang maha penyayang, nda akan dibiarkan hambaNya menderita selagi mereka bisa mensyukuri hidup.
    Nice post, Dita ;)

    BalasHapus
  3. Dita, terimaksih sudah bercerita. somehow cerita ini membangkitkan semangatku untuk tidak berhenti ketika ujian datang. luv luv luv

    BalasHapus

Dibalik Layar, Studio Foto Beauty Enthusiast 3M (Murah,Meriah,Mantul)

Assalamualaikum haiiiii semua, huahhh akhirnya bisa update blog ini lagi, selama bulan Oktober, ini postingan pertamaku dan semoga bisa post...